Kamis, 23 Mei 2013

Apa Itu Air Mata??



Aku berjalan menuju sebuat perpustakaan. Pandanganku tertuju pada seseorang yang berada di bangku paling depan. Perlahan lahan aku dekati dia
"Hay Res, boleh duduk disini" pintaku padanya
"Iya, duduk aja" jawabnya padaku
Tanpa ekspresi apapun. Tidak seperti biasanya, rasanya aku seperti dicampakkan, setidaknya sebagai seorang pacar dia bisa lebih sedikit perhatian padaku. Aku mencoba mencuri perhatian padanya,
"Res, lagi baca apa? sibuk banget"tanyaku padanya,
"Ensiklopedia" jawabnya dengan nada standard, dan muka judes
Ini membuatku pusing. Andai saja penyakit ini tidak bersarang pada tubuhku, beban sedikit membuatku terasa sangat pusing, hingga semua berkunang kunang,
"Res, kepalaku pusing banget" rengekku padanya
"Kebiasaan, kasian deh lu, makanya kaga usah mikir yang gak penting, udah ah aku mau pergi" jawabnya sambil melangkahkan kaki meninggalkanku
Apa ini? maksudnya? sebenarnya dia pacarku bukan sih,, kenapa aku meragukan ucapannya yang dulu terlontar untukku, aah ini semua membuatku tambah pusing, aku berjalan sempoyongan ke luar perpus, mengejar Resya, yang langkahnya semakin cepat.
Di depan kelas terlihat Rina terjatuh membawa beberapa buku, laki-laki seperti Resya pasti juga cuek melihat semua itu, aku yakin.
Tapi tiba-tiba aku tercengang, melihatnya menghampiri Rina sahabatku dan membantunya berdiri, membereskan buku-bukunya, dan membantunya mengangkat buku-buku itu.
"Kamu nggak papa? lain kali hati-hati ya? nggak ada yang lukakan?" Ucapnya pada Rina
Ya tuhan, apa aku tidak salah dengar, dia mencampakkanku yang sedang sakit, tapi membantu Rina? Kenapa sih dia itu. Tiba-tiba kepalaku sangat sakit,
"aw... Ya Tuhan..." keluhku
Aku lemas dan seketika pandanganku gelap.
***
Aku mulai mendengar suara-suara itu, seperti suara Ayah. Dan aku membuka mataku, terlihat wajah Ayah, dan Nenekku yang cemas. Aku merasa pipiku basah, dan butiran-butiran air keluar dari mataku
"Ayah...,"
"Chaca, untung kamu sudah sadar,"
"Ayah kenapa mataku lebab, kenapa penuh air? dan mengapa pipiku basah?"
"Kamu menangis"
"Menangis? apa itu menangis Ayah?, pasti sesuatu yang buruk, bagaimana cara menghentikannya Ayah?, dadaku sesak, mengapa rasanya seperti terhantam batu ayah?"
"Menangis itu dimana kamu mengeluarkan airmata. Airmata itu tanda kesedihan, kamu hanya cukup mengusapnya"
"Aku benci airmata Ayah, Ini menyakitkan"
"memang ada apa?"
"soal Resya, Dia sama sekali tidak memperdulikanku, tapi malah perhatian banget sama Rina Yah. Aku ga kuat dicampakkin. Dan saat aku sakit dia malah nyuekin aku, bahkan mencibirku yah"
"Sabar ya Cha, kamu ngga usah mikir Resya dulu, kamu punya penyakit ingat"

Oh ya Tuhan, Aku tidak mengerti apa itu tangis, dan apa itu airmata, ini menyakitkan, sulit untuk menghapusnya, lebih baik menghapus darah, itu lebih mudah daripada menghapus airmata yang tidak ada habisnya. Aku lelah menghapus airmata, aku lelah aku lelah, aku ingin berteriak sekeras mungkin, mengapa air ini tidak bisa berhenti..., Tuhan tolong hentikan airmataku.

Rabu, 02 Januari 2013

Adaptasi dan Komunikasi


Hello Hi
Assalamu'alaikum, salam sejahtera bagi kita semua, semoga sahabat-sahabat saya yang membaca postingan ini mendapatkan berkah dan rahmat dari tuhan.
Ok Guys, sekarang kita berbicara tentang komunikasi dan adaptasi,
Komunikasi dan adaptasi mampu membuat kita mendapatkan banyak teman, dihargai dan dibutuhkan.
Dalam hal sosial, ini sangatlah penting, siapa sih yang tidak ingin dianggap, dihargai, dan dibutuhkan dalam masyarakat?
Kunci dari semua itu adalah Komunikasi dan adaptasi.
Jangan paksakan orang lain untuk menjadi apa yang kita inginkan, tapi usahakan diri kita untuk nyaman bagi orang lain, kuasai dirimu, kalahkan hawa nafsu.
Contoh:
Jika anda berada dalam lingkungan yang orang-orangnya adalah ahli agama, tentunya anda harus beradaptasi dengan semua itu, ikut berkomunikasi dan (berani bicara) apapun yang anda ketahui tentang agama, sehingga penilaian orang yang ahli agama tersebut kepada anda menjadi positif
misalnya:
"Assalamu'alaikum...,"
"Wa'alaikumsalam.."
Cari topik yang lagi hangat dibicarain
"Saudara-saudara kita di palestina terancam ya"
"iya, semoga Allah melindungi mereka. Mereka adalah pusat nya islam, banyak sekali generasi penerus islam disana, dan banyak dari mereka yang terbunuh"
"dunia ini kejam, tapi tuhan itu baik, pastilah tuhan punya rencana yang baik"
"ya semoga saja, sayangnya umat muslim di Indonesia tidak bisa seperti di sana, yang mempunya amal makruf nahi mungkar"
"Generasi Indonesia ada kok, walaupun tidak banyak, mungkin kita bisa mengumpulkan generasi muslim yang sesungguhnya, lalu memebentuk suatu kekuatan, yang lama-lama insya Allah akan meluas, nah setelah meluas, kita kerahkan kemampuan kita untuk membantu umat muslim di Palestin bagaimana?"
"Subbehannallah, itu ide yang sangat bagus"
Nah jika anda berani bicara, walaupun anda tidak terlalu menguasai tentang agama, namun anda berani bicara, hasilnya anda akan dihargai dan dihormati, dan bisa berbaur dengan mereka.
dan sebaliknyan jika anda berada di lingkungan yang orang-orangnya perokok jangan langsung semena-mena menceramahi mereka. Tentunya mereka tidak akan mendengarkan anda, dan berbalik menyerang anda,
caranya adalah berkomunikasi dan beradaptasi dengan mereka, coba bicara perlahan-lahan, berikan mereka nasehat secara halus hingga tidak terlihat,
misalnya:
"hai, ngerokok lagi gan?" (sok akrab dikit kaga apa)
"yoi, mau lho? nih..,"
"kaga, ane kaga ngerokok gan"
"kenapa? enak tau"
"enaknya apa?"
"ya enak aja, ga bisa jelasin gua"
"gan kalo lu disuruh milih ayam bakar sama rokok milih mana?"
"ya ayam bakarlah, jarang-jarang gua makan yang begituan"
"kalo lu bisa ga ngerokok dalam 1 minggu, lu bakal bisa sering beli ayam bakar gan"
"iya juga yah, tapi gua ga bisa idup tanpa rokok"
"yaelah gan, kenapa lu mempertaruhin uang lu, nyawa lu, cuma demi rokok, lu tau kan bahayanya apa?"
"gua udah kebiasa, gua ga bisa lepas dari rokok"
"biasa itu karena sering dijalanin, coba lu ganti kebiasaan lu, pasti bisa kok"
"tau ah gan, males ane, susah"
Nah pada saat titik ini, anda bantu dia untuk mengubah kebiasaannya itu dengan menuntunnya setiap hari perlahan-lahan.
Mungkin contoh yang saya berikan tidak real untuk para remaja, namun saya harap mereka tau maksudnya,
jika anda mempunyai teman yang egois, pemerah, sensitif (mudah tersinggung)
jangan jauhi mereka, jangan marah pada mereka, mereka tidak salah, itu adalah sifat, apa?
anda ingin menyalahkan sifat? it's ok, sekarang saya beritahu dari mana sifat itu muncul.
sifat itu muncul 1, karena rahmat tuhan, 2, karena didikan orang tua,
so? apa anda ingin menyalahkan tuhan yang memberinya sifat demikian? dan apakah anda ingin menyalahkan orang tuanya, yang sudah bersusah payah mendidiknya?
Kalau anda cerdik, anda bisa kok dekati dia, dengan cara dia, anda beradaptasi dengannya, namun jangan sampai anda terbawa, anda tetap pada diri anda sendiri, lalu anda ajak dia perlahan, perlahan, perlahan, hingga dia menemukan jalannya yang lurus. ;)

Kesimpulannya:
Jangan suka menyalahkan orang lain, karena secara tidak langsung, sebenarnya dia tidak salah, coba lihat diri kita dahulu.
Kebanyakan orang itu sangat suka menyalahkan, namun tidak mau disalahkan, sopo seng ngalah? ora ono? ajur!!