Hello Hi
Assalamu'alaikum, salam sejahtera bagi kita semua, semoga sahabat-sahabat saya yang membaca postingan ini mendapatkan berkah dan rahmat dari tuhan.
Ok Guys, sekarang kita berbicara tentang komunikasi dan adaptasi,
Komunikasi dan adaptasi mampu membuat kita mendapatkan banyak teman, dihargai dan dibutuhkan.
Dalam hal sosial, ini sangatlah penting, siapa sih yang tidak ingin dianggap, dihargai, dan dibutuhkan dalam masyarakat?
Kunci dari semua itu adalah Komunikasi dan adaptasi.
Jangan paksakan orang lain untuk menjadi apa yang kita inginkan, tapi usahakan diri kita untuk nyaman bagi orang lain, kuasai dirimu, kalahkan hawa nafsu.
Contoh:
Jika anda berada dalam lingkungan yang orang-orangnya adalah ahli agama, tentunya anda harus beradaptasi dengan semua itu, ikut berkomunikasi dan (berani bicara) apapun yang anda ketahui tentang agama, sehingga penilaian orang yang ahli agama tersebut kepada anda menjadi positif
misalnya:
"Assalamu'alaikum...,"
"Wa'alaikumsalam.."
Cari topik yang lagi hangat dibicarain
"Saudara-saudara kita di palestina terancam ya"
"iya, semoga Allah melindungi mereka. Mereka adalah pusat nya islam, banyak sekali generasi penerus islam disana, dan banyak dari mereka yang terbunuh"
"dunia ini kejam, tapi tuhan itu baik, pastilah tuhan punya rencana yang baik"
"ya semoga saja, sayangnya umat muslim di Indonesia tidak bisa seperti di sana, yang mempunya amal makruf nahi mungkar"
"Generasi Indonesia ada kok, walaupun tidak banyak, mungkin kita bisa mengumpulkan generasi muslim yang sesungguhnya, lalu memebentuk suatu kekuatan, yang lama-lama insya Allah akan meluas, nah setelah meluas, kita kerahkan kemampuan kita untuk membantu umat muslim di Palestin bagaimana?"
"Subbehannallah, itu ide yang sangat bagus"
Nah jika anda berani bicara, walaupun anda tidak terlalu menguasai tentang agama, namun anda berani bicara, hasilnya anda akan dihargai dan dihormati, dan bisa berbaur dengan mereka.
dan sebaliknyan jika anda berada di lingkungan yang orang-orangnya perokok jangan langsung semena-mena menceramahi mereka. Tentunya mereka tidak akan mendengarkan anda, dan berbalik menyerang anda,
caranya adalah berkomunikasi dan beradaptasi dengan mereka, coba bicara perlahan-lahan, berikan mereka nasehat secara halus hingga tidak terlihat,
misalnya:
"hai, ngerokok lagi gan?" (sok akrab dikit kaga apa)
"yoi, mau lho? nih..,"
"kaga, ane kaga ngerokok gan"
"kenapa? enak tau"
"enaknya apa?"
"ya enak aja, ga bisa jelasin gua"
"gan kalo lu disuruh milih ayam bakar sama rokok milih mana?"
"ya ayam bakarlah, jarang-jarang gua makan yang begituan"
"kalo lu bisa ga ngerokok dalam 1 minggu, lu bakal bisa sering beli ayam bakar gan"
"iya juga yah, tapi gua ga bisa idup tanpa rokok"
"yaelah gan, kenapa lu mempertaruhin uang lu, nyawa lu, cuma demi rokok, lu tau kan bahayanya apa?"
"gua udah kebiasa, gua ga bisa lepas dari rokok"
"biasa itu karena sering dijalanin, coba lu ganti kebiasaan lu, pasti bisa kok"
"tau ah gan, males ane, susah"
Nah pada saat titik ini, anda bantu dia untuk mengubah kebiasaannya itu dengan menuntunnya setiap hari perlahan-lahan.
Mungkin contoh yang saya berikan tidak real untuk para remaja, namun saya harap mereka tau maksudnya,
jika anda mempunyai teman yang egois, pemerah, sensitif (mudah tersinggung)
jangan jauhi mereka, jangan marah pada mereka, mereka tidak salah, itu adalah sifat, apa?
anda ingin menyalahkan sifat? it's ok, sekarang saya beritahu dari mana sifat itu muncul.
sifat itu muncul 1, karena rahmat tuhan, 2, karena didikan orang tua,
so? apa anda ingin menyalahkan tuhan yang memberinya sifat demikian? dan apakah anda ingin menyalahkan orang tuanya, yang sudah bersusah payah mendidiknya?
Kalau anda cerdik, anda bisa kok dekati dia, dengan cara dia, anda beradaptasi dengannya, namun jangan sampai anda terbawa, anda tetap pada diri anda sendiri, lalu anda ajak dia perlahan, perlahan, perlahan, hingga dia menemukan jalannya yang lurus. ;)
Kesimpulannya:
Jangan suka menyalahkan orang lain, karena secara tidak langsung, sebenarnya dia tidak salah, coba lihat diri kita dahulu.
Kebanyakan orang itu sangat suka menyalahkan, namun tidak mau disalahkan, sopo seng ngalah? ora ono? ajur!!

